NATO Akui Kalah Cepat dari Rusia dalam Adaptasi Teknologi Medan Perang



loading…

Komandan NATO Laksamana Pierre Vandier akui aliansi Barat kalah cepat dari militer Rusia dalam beradaptasi dengan teknologi medan perang. Foto/X @terischultz

BRUSSELS NATO telah mengakui kalah cepat dari militer Rusia dalam beradaptasi dengan teknologi medan perang yang berkembang pesat. Pengakuan ini disampaikan Laksamana Pierre Vandier, komandan utama transformasi teknis blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Negara-negara NATO di Eropa semakin membenarkan paket belanja militer besar-besaran dengan menggunakan persepsi ancaman dari Rusia.

Baca Juga: Rusia Ancaman Ambil Tindakan Militer Balasan Jika Greenland Dimiliterisasi NATO

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa klaim ancaman Moskow adalah dalih yang digunakan untuk “mengindoktrinasi” para pembayar pajak Eropa dengan “ketakutan akan konfrontasi yang tak terelakkan dengan Rusia” untuk membenarkan pembangunan militer.

Berbicara di National Press Club Live, Vandier mengatakan bahwa NATO tertinggal dari kecepatan adaptasi teknologi yang ditunjukkan militer Rusia dalam perang di Ukraina.

“Rusia sangat pandai dalam beradaptasi dan mungkin lebih baik daripada kami saat ini,” kata laksamana Perancis tersebut, sambil menyerukan kepada anggota blok tersebut untuk berinvestasi lebih banyak dalam teknologi militer.

“Kami sangat statis, sangat dapat diprediksi,” imbuh dia, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (12/2/2026).

Negara-negara Eropa Barat semakin banyak mengucurkan dana ke kompleks industri militer Uni Eropa untuk mengirim senjata ke Kyiv, yang telah lama digambarkan Moskow sebagai perang proksi NATO.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *