
loading…
Dialog Keamanan Asia Tenggara–Jepang diselenggarakan oleh CIReS Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Sasakawa Peace Foundation (SPF) di Jakarta pada Senin-Selasa (9-10/2/2026). Foto/Ist
Dialog ini dirancang sebagai ruang bersama untuk mencari titik temu dan memperkuat kerja sama di tengah meningkatnya persaingan negara-negara besar di kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Prabowo Ajak Jepang Investasi Semua Bidang di Indonesia
Yasuhiro Kawakami, Direktur Unit Studi Keamanan dan Jepang–Amerika Serikat, SPF, dalam pidato pembukaan menyampaikan bahwa dialog ini bertujuan menghubungkan perspektif kebijakan tingkat tinggi dengan keahlian khusus para analis keamanan dari masing-masing negara. “Guna memperdalam pemahaman bersama mengenai isu-isu keamanan kawasan,” ujarnya.
Dialog kemudian dilanjutkan dengan pidato kunci dan diskusi pleno. Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, dalam pidato kuncinya menekankan urgensi tanggung jawab bersama. “Menghadapi tatanan dunia yang baru, kekuatan dan ketahanan ASEAN bertumpu pada penguatan persatuan, sentralitas kawasan, serta ketahanan domestik untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global,” ujarnya.