
loading…
Eks Komandan IRGC Hussein Kanani diwawancarai Rick Sanchez (kanan). Foto/rt
Kabar itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah antara Washington dan Teheran atas dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.
Mengutip intelijen, Kanani mengatakan, “Arab Saudi saat ini memiliki bom nuklir dan aktivitas yang diketahui dengan sangat baik oleh Amerika Serikat.”
Ketika diminta klarifikasi, ia membenarkan, “Ya, benar. Saat ini,” menambahkan Israel dan AS sepenuhnya menyadarinya.
Mantan komandan IRGC itu juga menuduh badan intelijen asing, termasuk Mossad Israel dan CIA, mendukung protes anti-pemerintah di Iran. “Tujuan mereka bukan hanya untuk menggulingkan pemerintah tetapi untuk memecah belah Iran sepenuhnya dan mengeksploitasi situasi,” katanya.