
loading…
Harga emas kembali menembus level psikologis USD5.000 per ons pada perdagangan Asia, Senin (9/2). FOTO/Reuters
Dikutip dari DW, penguatan harga emas terjadi setelah pasar sempat bergejolak pada akhir Januari akibat dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat. Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas spot berada di kisaran USD5.018 per ons, pulih dari posisi terendah sekitar USD4.450 pada awal pekan sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut diskusi tersebut sebagai “awal yang baik”, namun memperingatkan bahwa membangun kepercayaan tetap menjadi hambatan utama.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Rp20.000 per Gram, Ini Daftar Rinciannya
Reli emas seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah pembicaraan tidak langsung antara pejabat AS dan Iran di Oman pada 6 Februari berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan negosiasi. Di saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam tarif hingga 25 persen bagi negara-negara yang tetap berdagang dengan Iran, khususnya di sektor energi.
Kebijakan tersebut menyasar mitra dagang utama Teheran seperti China, Rusia, Jerman, dan Uni Emirat Arab. Perintah eksekutif itu juga menyinggung kekhawatiran atas program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok militan, pengembangan rudal balistik, serta potensi destabilisasi kawasan.