
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Nama HabasyGo tidak lahir begitu saja. Ia membawa beban sejarah yang mulia dari kata “Habasyah”, sebutan kuno untuk Ethiopia. Dalam sejarah Islam, Habasyah adalah tanah perlindungan, tempat bertemunya iman dan keberagaman. Filosofi mendalam inilah yang ingin dihidupkan kembali: bahwa perjalanan ibadah bisa berjalan beriringan dengan eksplorasi budaya.
“HabasyGo lahir dari pemahaman bahwa setiap perjalanan membutuhkan eksekusi yang profesional. Kami ingin perjalanan konsumen lebih nyaman dan sarat makna,” tutur Prasetyo Adhi G, CEO HabasyGo, dengan nada optimis.
Yang menarik, HabasyGo tidak sekadar menawarkan tiket pesawat. Melalui kolaborasi strategis dengan Ethiopian Airlines, mereka membuka gerbang menuju Addis Ababa. Bayangkan, sebelum atau sesudah menunaikan ibadah di tanah suci, jamaah diajak menapak tilas keindahan Ethiopia, sebuah persinggahan yang menawarkan perspektif baru bagi mata dan jiwa.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis travel, HabasyGo memilih jalan yang berbeda. Mereka menawarkan kepastian di tengah ketidakpastian; menjamin ketersediaan tiket dan legalitas operasional yang aman. Ini adalah jawaban bagi jamaah Indonesia yang mendamba kenyamanan tanpa harus kehilangan esensi spiritual.
Bersama HabasyGo, perjalanan bukan lagi soal berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain. Ini adalah tentang pulang membawa cerita, makna, dan cara pandang baru terhadap dunia. Karena pada akhirnya, setiap langkah adalah bagian dari ibadah.
(unt)