
loading…
Ilustrasi konstelasi ribuan satelit Starlink milik SpaceX untuk menyediakan internet global berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Foto/Mark Handley/University College London
“Saya tidak mengerti mengapa, misalnya, satelit Elon Musk bukan target yang sah bagi kita,” kata Vladimir Solovyov, seorang presenter televisi Russia-1.
“Satu ledakan senjata nuklir di luar angkasa, seperti yang saya pahami, menyelesaikan masalah ini,” seru Solovyov, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Ukraina dan Sekutu NATO Ribut setelah Zelensky Sebut PM Hongaria Pantas Ditampar Kepalanya
Starlink, yang dikelola oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk, selama bertahun-tahun telah terbukti vital bagi militer Ukraina di medan perang, di mana Kyiv sangat bergantung pada akses internetnya untuk komunikasi dan untuk mengendalikan armada drone-nya yang besar. Jaringan Starlink yang terdiri dari ribuan satelit berada di orbit jauh lebih dekat ke Bumi daripada satelit lain yang dapat digunakan untuk tujuan serupa.
Sebaliknya, Ukraina selama bertahun-tahun mengatakan pasukan Rusia telah menggunakan terminal Starlink di sepanjang garis depan, termasuk di daerah yang paling diperebutkan di Ukraina timur.
Elon Musk dengan tegas membantah bahwa Starlink dijual ke Rusia, dan mengatakan pada hari Minggu bahwa perusahaannya telah secara efektif menindak penggunaan Starlink yang tidak sah oleh Moskow setelah protes terbaru dari Ukraina.