
loading…
Danantara menyebutkan pelemahan IHSG diikuti rontoknya ratusan saham dalam beberapa hari terakhir sebagai koreksi alamiah pasar. FOTO/dok.SindoNews
“Memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Baca Juga: IHSG Masih Babak Belur, Siang Ini Jatuh 5,31% ke 7.887
Pandu menjelaskan, sebelumnya terdapat sejumlah saham yang mengalami lonjakan valuasi secara tajam meski tidak ditopang fundamental yang kuat. Kondisi tersebut membuat saham-saham dengan valuasi tinggi dan dinilai kurang layak investasi mulai terkoreksi ketika investor kembali mencermati kinerja fundamental emiten.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 15.26 WIB, hanya 52 saham yang menguat, sementara 142 saham stagnan dan 763 saham berada di zona merah. Tekanan yang meluas tersebut dinilai sebagai penyesuaian pasar terhadap valuasi yang dinilai berlebihan.
“Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin mengalami koreksi alam,” kata Pandu.