Dukung Presiden Prabowo Bereskan BEI, GPA Minta Polri Usut Tuntas Oligarki Pasar



loading…

Langkah Presiden Prabowo Subianto membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diapresiasi. Foto/SindoNews

JAKARTA – Langkah Presiden Prabowo Subianto membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah IHSG anjlok hingga 10% dan perdagangan dihentikan (trading halt) pada Rabu, 28 Januari 2026 diapresiasi. Salah satunya dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian.

Aminullah menilai kejatuhan IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks Indonesia merupakan tamparan keras bagi kedaulatan pasar modal nasional dan bukti nyata gagalnya tata kelola BEI serta lemahnya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini bukan sekadar volatilitas pasar. Ini krisis kepercayaan. Pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK bukan bentuk tanggung jawab, melainkan akibat langsung dari buruknya pengelolaan dan lemahnya pengawasan yang memberi ruang bebas bagi praktik penggorengan saham dan skema manipulatif,” ujar Aminullah di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Polri Usut Dugaan Pidana Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok

Menurut Aminullah, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh bandar saham dan oligarki pasar yang bermain kotor, sementara investor kecil menjadi korban utama. Dampaknya bukan hanya kerugian ritel domestik, tetapi juga sanksi indeks global dan derasnya arus modal keluar negeri.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *