
loading…
Militer Iran menggelar latihan di Selat Hormuz. Foto/anadolu
Berbicara dari Teheran, Aslani mengatakan ingatan masih segar dari Juni tahun lalu, ketika, di tengah negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung, Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian diikuti AS dengan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
“Kami telah mendengar dari sumber-sumber Iran bahwa sektor militer berada dalam mode siaga tinggi,” ujar Aslani, peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah. “Mereka siap untuk perang baru.”
“Pada saat yang sama, pemerintah Iran ingin memastikan mereka siap untuk terlibat dalam proses diplomatik untuk menghindari konflik baru,” ungkap dia.
“Kedua skenario tampaknya mungkin terjadi,” tambahnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan keberhasilan diplomasi dengan AS bergantung pada penghentian perilaku mengancam setelah pengerahan militer besar-besaran Washington di Teluk.
“Keberhasilan setiap inisiatif diplomatik bergantung pada niat baik pihak-pihak yang terlibat dan penghentian tindakan agresif dan mengancam di kawasan tersebut,” ungkap Pezeshkian, dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menurut pernyataan dari kepresidenan Iran.