
loading…
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menyampaikan, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun. Foto/Dok
Kepala BP Batam , Amsakar Achmad menyatakan, capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan investasi Batam tidak semata didorong oleh penambahan jumlah proyek, tetapi oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.
“Yang tercermin adalah uang yang bekerja di lapangan-bukan sekadar rencana di atas kertas,” ujarnya.
Baca Juga: HUT ke-54 Tahun, BP Batam Baksos di Tanjung Banon dan Pulau Rempang
Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri, seiring Batam memasuki fase capital deepening yang berperan langsung meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.
https://www.youtube.com/watch?v=mW
Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra menjelaskan, bahwa komposisi investasi Batam semakin matang, baik berdasarkan asal negara penanam modal maupun sektor usaha. Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi sumber investasi utama, diikuti Taiwan, RRT, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss dan Perancis-kombinasi yang mencerminkan keterhubungan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional.
Menurut Li Claudia, struktur ini menunjukkan orientasi investasi yang semakin terkonsentrasi pada sektor produktif penopang industri inti. “Komposisi negara dan sektor tersebut memperlihatkan Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global,” katanya.