
loading…
Kantor polisi dibakar saat demonstrasi di Teheran, Iran pada 10 Januari 2026. Foto/Global Look Press/Keystone Press Agency
Iran telah dilanda gelombang kerusuhan kekerasan yang dimulai pada akhir Desember. Kekacauan dimulai sebagai protes damai atas masalah ekonomi, termasuk inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam mata uang nasional, namun dengan cepat berkembang menjadi politik dan kekerasan.
Otoritas negara menyalahkan kekerasan tersebut pada campur tangan asing, khususnya oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta pada “unsur-unsur teroris” bersenjata yang menyusup ke barisan demonstran.
“Para militan yang diduga telah menggunakan taktik ekstrem mirip ISIS untuk menabur ketakutan dan menyebabkan pertumpahan darah sebanyak mungkin,” ungkap sumber diplomatik tersebut kepada RT pada hari Kamis, mengutip kesaksian dari “teroris” yang ditangkap dan intelijen yang dikumpulkan lembaga penegak hukum negara tersebut.
Sumber tersebut mengklaim para militan telah “diinstruksikan dari luar negeri” untuk menembak para demonstran dan polisi, dan telah dipastikan banyak dari mereka yang tewas selama kerusuhan ditembak dari belakang.