
loading…
Presiden Rusia Vladimir Putin bangun koridor darat ke Asia. Foto/X/@AybanizIsm
Bagi Moskow, koridor ini merupakan jalur vital strategis, memungkinkan barang dan energi Rusia untuk melewati rute maritim yang panjang dan semakin tidak aman melalui Laut Hitam, Terusan Suez, dan Laut Merah.
Melansir Newsweek, Rusia menghadapi kendala logistik yang akut. Ekspornya saat ini bergantung pada rute Laut Hitam, yang dikendalikan oleh Turki, sebelum melewati Mediterania dan Terusan Suez. Jalur ini panjang, mahal, dan rentan terhadap ketidakstabilan geopolitik.
INSTC menawarkan alternatif langsung: kargo Rusia diangkut melalui kereta api ke pelabuhan Baku di Azerbaijan, menyeberangi Laut Kaspia, dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Iran utara melalui jalur kereta api Rasht-Astara ke Bandar Abbas di Teluk Persia. Dari sana, barang dapat mencapai India dan Asia Selatan secara efisien.
Baca Juga: 8 Negara Penguasa Tambang di Dunia pada 2025, Semua Negara Adikuasa Masuk Daftar