
loading…
asar otomotif Indonesia memiliki karakteristik unik di mana pembelian kendaraan sangat bergantung pada instrumen utang. Foto: BYD Indonesia
Banyak perusahaan pembiayaan konvensional terjun ke mobil listrik. Alasannya bisa dimaklumi. Ketidakpastian nilai jual kembali (resale value) mobil listrik yang masih dianggap fluktuatif membuat banyak perusahaan multifinance menahan diri, atau memberikan syarat kredit yang mencekik konsumen.
Membaca situasi timpang ini, raksasa otomotif asal China, BYD, memilih untuk tidak tinggal diam menunggu kebaikan hati perbankan.
BYD memutuskan untuk membangun ekosistem finansialnya sendiri. Tahun depan, mereka memastikan akan menghadirkan jasa pembiayaan internal (captive finance) di Indonesia, sebuah langkah berani untuk mengunci pasar dari hulu ke hilir.
Di Indonesia, Mayoritas Konsumen Beli Mobil Ngutang
Keputusan ini bukan diambil tanpa kalkulasi matang. Pasar otomotif Indonesia memiliki karakteristik unik di mana pembelian kendaraan sangat bergantung pada instrumen utang.