Bahan Baku Langka, Pabrikan Baterai China Kompak Naikkan Harga



loading…

Harga bahan baku baterai mobil listrik mengalami peningkatan seiring permintaan yang semakin tinggi. Foto: ist

CHINA – Mimpi publik untuk menikmati kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dengan harga miring pada 2026 tampaknya harus dikubur dalam-dalam.

Ini setelah “nyawa” utama dari kendaraan masa depan tersebut—yakni bahan baku baterai lithium—mengalami ledakan harga yang tak terkendali di pasar global.

Gelombang transisi energi dunia yang bertemu dengan kelangkaan material hulu telah memicu badai inflasi pada komponen paling vital mobil listrik, memaksa pemasok material baterai di China mengibarkan bendera putih dan terpaksa menaikkan harga jual mereka.

Bagi konsumen, sinyal ini terbaca jelas: harga kendaraan energi baru diprediksi akan melambung tinggi di tahun mendatang.

Hunan Yuneng New Energy, pemasok raksasa material katoda baterai lithium-ion yang menjadi tulang punggung bagi perusahaan sekelas CATL dan BYD, telah mengetuk palu keputusan pahit.

Efektif mulai 1 Januari 2026, biaya pemrosesan untuk seluruh rangkaian produk Lithium Iron Phosphate (LFP) mereka akan naik sebesar 3.000 yuan per ton atau setara Rp6,8 juta.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *