
loading…
Indonesia Financial Group (IFG) terus memperkuat transformasi tata kelola investasi. FOTO/dok.SindoNews
Transformasi itu menjadi penting karena sebelum IFG dibentuk, pencatatan investasi di masing-masing perusahaan asuransi dalam grup belum seragam. Banyaknya kustodian, broker, dan manajer investasi yang digunakan membuat biaya investasi membengkak. Kini, seluruh sistem dikelola lebih efisien dan terstandar.
Direktur Keuangan IFG, Heru Handayanto, mengatakan perubahan struktural dan sistemik ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi kewajiban jangka panjang.
“Sebelum IFG dibentuk sebagai holding, pencatatan investasi belum dilakukan secara seragam. Kini biaya dapat ditekan dan dioptimalkan melalui transformasi sistem,” ujarnya dalam pernyataannya, Senin (1/12/2025).
Baca Juga: IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayarkan Klaim Rp10,6 Triliun di 2024