
loading…
Bagi kebanyakan orang, bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh pabrik adalah pekerjaan yang menguras tenaga. Foto/istimewa
Raditya, yang akrab disapa Adi, memulai perjalanannya di dunia kreatif dengan cara yang sederhana. Berawal dari ketertarikannya mendengarkan lagu-lagu yang liriknya menyentuh hati, ia kemudian mencoba menulis lagu sendiri dan belajar membuat aransemen secara otodidak melalui internet.
“Passion saya ada di bidang musik dan perfilman. Dunia musik dan film bagi saya adalah cara untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman hidup dengan cara yang kreatif,” ujar Adi saat ditemui baru-baru ini.
Perjalanan Adi tidak mudah. Dengan latar belakang pendidikan yang terbatas—ia tidak menyelesaikan pendidikan dasar—Adi harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, keterbatasan itu justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berkarya.
Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah mengatur waktu antara pekerjaan fisik yang melelahkan dengan hobinya di dunia seni. “Salah satunya adalah keterbatasan waktu, karena pekerjaan saya sebagai kuli bangunan dan buruh pabrik cukup melelahkan sehingga kadang sulit untuk fokus berkarya,” ungkap Adi.
Meski demikian, ia tidak menyerah. Adi bahkan pernah memaksakan diri untuk tetap mengerjakan lagu hingga larut malam setelah pulang kerja di sore hari. “Rasanya luar biasa ketika akhirnya saya bisa menyelesaikan sebuah lagu atau adegan film meski dalam kondisi lelah. Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa semangat dan ketekunan bisa membuat hal yang tampak mustahil menjadi mungkin,” kenangnya.
Kerja keras Adi tidak sia-sia. Salah satu lagu ciptaannya berhasil memenangkan kompetisi lagu lokal tingkat kota Bandar Lampung dan diputar di stasiun radio komunitas. Di bidang perfilman, film pendek buatannya masuk nominasi festival film pendek regional dan mendapat pujian atas cerita serta konsep kreatifnya.