
loading…
Gedung Putih siap sambut kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. Padahal dia dulu dianggap teroris bernilai Rp166 miliar. Foto/Anadolu
Ini jadi perubahan dramatis bagi al-Sharaa. Sebab, dulunya dia dianggap teroris oleh AS dan institusi internasional ketika jadi pemimpin Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berafiliasi dengan al-Qaeda.
Bahkan, AS pernah menawarkan hadiah sekitar USD10 juta (lebih dari Rp166 miliair) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan al-Sharaa alias Abu Mohammed al-Jolani.
Baca Juga: Menteri Israel Serukan Pembunuhan Presiden Al-Sharaa, Geng Elite Suriah Janjikan Sungai Darah
Pada Desember 2024 setelah pasukan al-Sharaa menggulingkan rezim Bashar al-Assad, AS mengumumkan bahwa mereka akan mencabut sayembara penangkapan untuk al-Sharaa usai pembicaraan di Damaskus.
Menurut para analis, kunjungan al-Sharaa ke Gedung Putih akan menjadi kunjungan pertama presiden Suriah sejak negara itu merdeka pada tahun 1946.
Al-Sharaa bertemu Trump untuk pertama kalinya di Riyadh selama kunjungan regional presiden AS pada bulan Mei lalu.
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan awal bulan ini bahwa al-Sharaa diharapkan akan menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan aliansi internasional yang dipimpin AS melawan ISIS.