
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Adapun rangkaian kegiatan akan menampilkan kekayaan budaya wastra dan seni tradisional Indonesia dalam panggung multikultural internasional.
Momentum tersebut juga dalam rangka memperingati 20 tahun Migrants’ Arirang Multicultural Festival (MAMF) dan 53 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan yang tentunya digunakan untuk mempromosikan keragaman budaya Indonesia.
Bisa dikatakan, Akademi Seni Budaya Wastra Indonesia bangga turut berpartisipasi dalam perayaan event festival bergengsi ini. Festival MAMF merupakan kegiatan tahunan yang mempertemukan lebih dari 21 negara dalam perayaan budaya, seni, dan tradisi migran yang hidup di Korea Selatan.
Mesiana Surya Chang selaku pendiri Gallery Dan Akademi Wastra Indonesia di Korea mengatakan Kegiatan festival ini merupakan kerjasama dan mendapatkan dukungan Dari Pemerintah Korea memberikan kebebasan untuk membuat tema semua bagi peserta dari negara masing -masing .
“Tahun ini Mongolia sebagai host country, dan yang lebih ditonjolkan budaya Mongolia. Tahun depan harapannya Indonesia menjadi tuan rumah, agar all out dalam mempromosikan budaya Indonesia,’’ ungkap Mesiana Surya Chang dalam jumpa pers di kawasan Semanggi, Senin (13/9/2025)
Pada festival tahun ini diperkirakan akan menarik lebih dari 300.000 pengunjung, dan menjadikannya salah satu acara multikultural terbesar di Asia.
Dia menjelaskan Partisipasi Akademi Seni Budaya Wastra Indonesia-Korea menjadi sorotan dalam perayaan festival melalui pertunjukan seni tradisional Indonesia, termasuk tari-tarian daerah Dari Reog Ponorogo persembahan Dari komunitas diaspora dan Pekerja Migran Indonesia di Korea, Tarian Dari Belantara Budaya Indonesia pimpinan Ibu Diah KW.