
loading…
BPR dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menegaskan kesiapan bersinergi dengan pemerintah dalam penyaluran pembiayaan Rp200 triliun guna memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Foto/Dok
Ketua Umum Perbarindo, Tedy Alamsyah menyebutkan, BPR-BPRS memiliki peran strategis sebagai jembatan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil. Baca Juga: Awasi Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara, Purbaya: Jangan Beli Dolar!
“Dengan jaringan 6.676 kantor dan lebih dari 20 juta rekening nasabah, BPR-BPRS mampu menjangkau segmen masyarakat yang belum terlayani bank umum, sehingga keterlibatan BPR-BPRS akan membuat program pembiayaan pemerintah lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sepanjang periode Juni 2023 hingga Juni 2024, industri BPR-BPRS mencatat pertumbuhan signifikan. Dimana penyaluran kredit naik 7,17% menjadi Rp162,57 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,01% menjadi Rp154,63 triliun.
Selanjutnya tabungan naik 7,29%, Deposito meningkat 6,90% dan jumlah rekening nasabah mencapai 20,03 juta, tumbuh 3,30%. Kenaikan rata-rata tabungan dan deposito menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Meski jumlah BPR-BPRS turun menjadi 1.557 unit akibat konsolidasi, kapasitas pembiayaan tetap tumbuh dan jangkauan layanan tetap luas.