
loading…
AstraPay melakukan CSR berupa penanaman 5.000 pohon di kawasan Garut. Foto: Astra
Ini adalah peresmian “Hutan AstraPay”, program ambisius di mana 5.000 bibit pohon ditanam sebagai janji untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Namun, di balik seremoni penandatanganan prasasti dan jajaran pejabat yang hadir, pertanyaan kritis menggantung: apakah ini langkah nyata menuju keberlanjutan, atau sekadar seremoni “cuci tangan hijau” (greenwashing) dari korporasi besar?
Pendekatan Agroforestri
Program yang digagas oleh AstraPay, dompet digital dari Grup Astra dengan lebih dari 16 juta pengguna, ini bukanlah sekadar menanam pohon lalu pergi. Bekerja sama dengan para ahli dari IPB University, mereka menerapkan pendekatan cerdas bernama agroforestri.
Artinya, di antara pohon-pohon kehutanan yang berfungsi sebagai paru-paru bumi, diselipkan pula tanaman produktif seperti alpukat dan kopi.
Strategi dua untung ini dirancang tidak hanya untuk reboisasi, tetapi juga untuk mengisi pundi-pundi masyarakat lokal saat panen tiba.
“Pendekatan agroforestri yang diterapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus: pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Handian Purwawangsa dari IPB University, menegaskan validitas ilmiah di balik program ini.