Johannes Liong Bagikan Strategi Trading Saham Kripto UAS


Mana yang Lebih Cuan di 2025? Bitcoin vs Saham Kripto: Ini Analisis dari Johannes Liong, Trader Berpengalaman Asal Singapura

Tahun 2025 jadi tahun yang penuh ketidakpastian di pasar finansial global. Tapi di tengah semua gejolak itu, satu pertanyaan tetap jadi topik hangat:
Lebih baik investasi di Bitcoin, indeks saham Amerika (UAS), atau saham perusahaan kripto?

Johannes Liong, seorang trader asal Singapura dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia forex, saham, dan crypto, punya jawabannya. Lewat kontennya yang edukatif dan relevan untuk pemula, Johannes rutin membagikan insight dan strategi tentang cara memilih instrumen investasi yang tepat — khususnya di masa-masa pasar volatil seperti sekarang.


Perbandingan Kinerja: Bitcoin vs Saham Kripto

Kalau kita lihat performa pasar sejak awal tahun 2025:

  • Indeks saham Amerika Serikat (US Index) naik sekitar 6,73%

  • Bitcoin naik lebih tinggi, sekitar 26,59%

  • Tapi yang mengejutkan adalah saham kripto seperti:

    • Coinbase (COIN) naik hampir 55%

    • MicroStrategy (MSTR) naik lebih dari 50%

Artinya, saham-saham yang berkaitan dengan kripto justru outperform Bitcoin sendiri!

“Kenaikan Coinbase dan MicroStrategy hampir dua kali lipat dari Bitcoin. Ini jadi peluang menarik buat trader yang siap menghadapi volatilitas,” jelas Johannes Liong.


Kenapa Saham Kripto Bisa Naik Lebih Tinggi dari Bitcoin?

🔶 1. Coinbase (COIN)

Coinbase adalah platform jual-beli crypto terbesar di AS. Sahamnya masuk ke dalam indeks saham Amerika, yang artinya otomatis dilirik oleh banyak investor institusi dan ritel.

Kenaikan harga sahamnya dipengaruhi oleh:

  • Lonjakan jumlah pengguna

  • Volume transaksi yang makin besar

  • Pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan

Semua itu bikin Coinbase bukan cuma sekadar saham kripto, tapi jadi salah satu bintang di Wall Street tahun ini.

🔶 2. MicroStrategy (MSTR)

MicroStrategy awalnya adalah perusahaan software enterprise. Tapi sejak beberapa tahun terakhir, mereka bertransformasi menjadi “Bitcoin treasury company”, alias perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak di dunia.

CEO mereka, Michael Saylor, punya strategi agresif: beli dan tahan Bitcoin sebanyak-banyaknya. Sampai saat artikel ini ditulis, mereka memegang lebih dari 600.000 BTC.

“Ketika Bitcoin naik, saham MicroStrategy biasanya naik lebih tinggi. Tapi ingat, kalau turun pun, turunnya bisa lebih dalam juga,” kata Johannes.


Bitcoin vs Saham Kripto vs Indeks: Mana yang Paling Cocok?

Johannes Liong menyarankan untuk memahami karakter masing-masing instrumen:

Instrumen Volatilitas Cocok Untuk
Indeks US Rendah Investor konservatif, pemula
Bitcoin Sedang-Tinggi Investor berani, paham crypto
Saham Kripto (Coinbase, MSTR) Tinggi Trader agresif, suka cuan cepat

Bagaimana Cara Johannes Menganalisa dan Memilih Instrumen?

Dalam video edukatifnya, Johannes membeberkan cara analisis market dan strategi memilih instrumen cuan:

  1. Pantau Trend Pasar
    Selalu cek tren indeks saham Amerika (sebagai acuan pasar saham) dan tren Bitcoin (karena saham kripto sangat bergantung padanya). Kalau dua-duanya menunjukkan tren naik, maka saham kripto punya potensi naik lebih tinggi.

  2. Pilih Instrumen Sesuai Risiko
    Kalau kamu gak suka harga naik-turun ekstrem, pilih indeks. Kalau mau cuan besar dan siap hadapi risiko, pilih Bitcoin atau saham kripto seperti Coinbase dan MicroStrategy.

  3. Gunakan Trading Plan & Risk Management
    Johannes menekankan pentingnya manajemen risiko, apalagi saat masuk ke instrumen dengan volatilitas tinggi. Dia juga menunjukkan contoh strategi trading di saham Coinbase dan MicroStrategy di video terbarunya.


Kesimpulan dari Johannes Liong

“Pilih aset sesuai dengan profil risiko dan potensi reward kamu. Jangan asal ikut-ikutan.”

Jadi, apakah kamu siap ambil risiko di saham kripto, atau lebih nyaman bermain aman di indeks? Apapun pilihanmu, pastikan kamu paham analisisnya dan punya strategi yang solid.


Tentang Johannes Liong

Johannes Liong adalah trader profesional asal Singapura dengan lebih dari 10 tahun pengalaman di pasar forex, saham global (UAS), dan crypto. Ia dikenal luas di komunitas investasi karena rajin membagikan tips trading untuk pemula, edukasi teknikal dan fundamental, serta strategi manajemen risiko di tengah volatilitas pasar global.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *