
loading…
PLN EPI menghadirkan inovasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pelatihan PROMAG. FOTO/dok.SindoNews
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyampaikan, program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan. Pengelolaan sampah di Di Gunungkidul ini menghadirkan harapan baru dengan menciptakan nilai ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, PLN EPI berharap kapasitas masyarakat semakin kuat sehingga budidaya maggot berkembang luas, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga,” paparnya melalui keterangan pers, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga:Sepanjang 2024, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun
Mamit menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan PLN EPI terhadap program Desa Berdaya Energi Gunungkidul serta sejalan dengan komitmen Perusahaan menjalankan prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Eko Suharso Prihantoro menyebut, sekitar 60% timbulan sampah di wilayahnya berasal dari rumah tangga dan sisa makanan.
“Paradigma pengelolaan sampah harus berubah dari linear menjadi ekonomi sirkular. Program maggot BSF ini sejalan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul dan diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa bernilai ekonomi,” jelasnya.