
loading…
Pesawat pengebom siluman B-2 Amerika Serikat menjatuhkan bom anti-kapal dalam sebuah uji coba di dekat perairan Arktik Rusia. Foto/Angkatan Bersenjata Norwegia
Menghadapi ancaman maritim yang semakin meningkat dari musuh-musuh termasuk China—yang mengoperasikan Angkatan Laut terbesar di dunia berdasarkan jumlah lambung kapal—dan Rusia, Amerika telah meningkatkan kemampuan penenggelaman kapal dengan mengembangkan senjata canggih seperti Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) dan bom berpemandu presisi yang dimodifikasi yang dikenal sebagai QUICKSINK.
Uji coba penjatuhan bom berlangsung pada 3 September dengan lokasi persisnya di sekitar Pulau Andoya, tapi baru diungkap Angkatan Udara AS awal pekan ini. Manuver ini berlangsung ketika AS dan sekutu NATO-nya membentuk satuan tugas Angkatan Laut untuk melakukan operasi di Laut Barents di dekatnya—yang dianggap sebagai pintu gerbang Arktik Rusia.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin
Kapal-kapal sekutu terlihat diintai pasukan militer Rusia selama uji coba penjatuhan bom.
Angkatan Udara AS mengumumkan pada Selasa lalu bahwa pesawat pengebom B-2—yang berpartisipasi dalam serangan udara skala besar terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni—melakukan skenario serangan jarak jauh menggunakan senjata maritim QUICKSINK untuk mengalahkan kapal permukaan musuh.