
loading…
Perlombaan menuju baterai Solid State dipimpin oleh China di garis depan, pabrikan barat dan Jepang baru memulai pemanasan. Foto: Mercedes-Benz
Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan janji yang coba diwujudkan melalui teknologi baterai solid-state—inovasi yang oleh para ilmuwan dijuluki sebagai “cawan suci” (holy grail) di dunia kendaraan listrik.
Perlombaan global untuk menjadi yang pertama mengkomersialkan teknologi ini tengah berlangsung sengit. Kuncinya adalah mengganti elektrolit cair yang ada di baterai lithium-ion saat ini dengan material padat.
Secara teori, ini akan menciptakan baterai yang lebih padat energi, lebih aman, dan lebih cepat diisi. Namun, memproduksinya secara massal tanpa cacat adalah tantangan teknis yang luar biasa.
Dan dalam perlombaan berisiko tinggi ini, satu negara telah melesat jauh di depan: China.
Garis Depan Perlombaan: Realitas di Jalanan China
Jika Anda ingin melihat masa depan teknologi ini, jangan lihat ke Silicon Valley atau Jerman, tapi lihatlah ke jalanan di China. Di sana, mobil-mobil dengan baterai semi-solid-state—sebuah teknologi jembatan yang menggunakan elektrolit mirip gel—sudah bisa dibeli dan dikendarai oleh konsumen.
Lembaga riset BloombergNEF mencatat bahwa 83% dari kapasitas manufaktur baterai solid-state saat ini dan yang terencana terkonsentrasi di China. Berikut adalah beberapa mobil yang menjadi bukti nyata keunggulan mereka: