China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan



loading…

Perlombaan menuju baterai Solid State dipimpin oleh China di garis depan, pabrikan barat dan Jepang baru memulai pemanasan. Foto: Mercedes-Benz

CHINA – Bayangkan mobil listrik yang bisa menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali cas, mengisi daya baterai dari 10% ke 80% hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dan memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dari teknologi saat ini.

Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan janji yang coba diwujudkan melalui teknologi baterai solid-state—inovasi yang oleh para ilmuwan dijuluki sebagai “cawan suci” (holy grail) di dunia kendaraan listrik.

Perlombaan global untuk menjadi yang pertama mengkomersialkan teknologi ini tengah berlangsung sengit. Kuncinya adalah mengganti elektrolit cair yang ada di baterai lithium-ion saat ini dengan material padat.

Secara teori, ini akan menciptakan baterai yang lebih padat energi, lebih aman, dan lebih cepat diisi. Namun, memproduksinya secara massal tanpa cacat adalah tantangan teknis yang luar biasa.

Dan dalam perlombaan berisiko tinggi ini, satu negara telah melesat jauh di depan: China.

Garis Depan Perlombaan: Realitas di Jalanan China

Jika Anda ingin melihat masa depan teknologi ini, jangan lihat ke Silicon Valley atau Jerman, tapi lihatlah ke jalanan di China. Di sana, mobil-mobil dengan baterai semi-solid-state—sebuah teknologi jembatan yang menggunakan elektrolit mirip gel—sudah bisa dibeli dan dikendarai oleh konsumen.

Lembaga riset BloombergNEF mencatat bahwa 83% dari kapasitas manufaktur baterai solid-state saat ini dan yang terencana terkonsentrasi di China. Berikut adalah beberapa mobil yang menjadi bukti nyata keunggulan mereka:



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *