PT Len Energi Siap Transfer Produksi dan Manufaktur di Dalam Negeri



loading…

PT Len Industri di ajang Indo Difence and Expo Forum. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Industri pertahanan nasional dinilai memiliki potensi sangat besar. Di tingkat nasional, kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan sistem pendukungnya mendorong industri pertahanan untuk tumbuh lebih kuat dan terintegrasi.

Terkait dengan itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan mengatakan bahwa pihaknya ditugasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyeleksi produk ataupun teknologi pertahanan yang masuk, untuk kemudian ditindaklanjuti melalui kerja sama ataupun pembelian. Pemerintah juga mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan kemandirian teknologi nasional, di mana Len Industri punya posisi yang sangat strategis.

“Kami dapat perintah dari Presiden Prabowo untuk lebih banyak transfer produksi, transfer manufaktur didalam negeri, tidak boleh hanya beli, dan kami siap untuk itu,” ujar Joga di Booth PT Len Industri di ajang Indo Difence and Expo Forum, di PRJ Kemayoran, Kamis (12/6).

Baca Juga: Presiden Prabowo Gandeng KNDS Prancis Perkuat Industri Pertahanan

PT Len Industri menapaki industri pertahanan sejak awal tahun 2000-an. Namun, fondasi keterlibatan PT Len Industri sudah dimulai sejak era sebelumnya melalui pengembangan teknologi komunikasi dan elektronik. Seiring dengan kebutuhan strategis nasional, PT Len Industri memperluas kiprahnya untuk memenuhi kebutuhan sistem-sistem militer seperti komunikasi taktis, radar, sensor, hingga pengembangan sistem C4ISR yang menjadi tulang punggung sistem komando dan kendali modern.

Saat ini, PT Len Industri berperan sebagai produsen dan integrator sistem dalam sektor pertahanan, khususnya pada komponen teknologi sensing, komunikasi, dan komando.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *